STEP 1 : AKU untuk OSIM
Kuputuskan pada bulan Oktober 2014, mengikuti seleksi OSIM. Berbagai tahap-tahap seleksi pidato, dll. yang sedikit menguras otak selesai dalam 3 hari dan keluarlah hasilnya 1 minggu setelahnya. Aku diterima? iya, aku bahagia? itu jelas. Semenjak itu aku merasa hebat adiantara kawan-kawanku dikelas, wohoo, tapi sebenernya itu sesaat saja, karena pada saat menjalankan tugas, terkadang tidak mencapai 100% sempurna.
Departemen film dan theater merupakan bab pertamadari perjalananku dan kisahku di organisasi ini sejak duduk di kelas 10 dengan ketua umum Yudhika Surya Wardhana. Bukan persoalan mudah kala itu menjadi bagian pengurus departemen film dan theater karena belum aktif kembali kedua ekstra dan belum adanya upaya untuk mengaktifkannya. Pak Bowo, kami panggil begitu, merupakan salah satu guru yang paling mendukung semua kegiatan organisasi ini. Kami dimanjakan, namun dimanjakan disini adalah setiap ada hal yang dianggap perlu, apa sih yang nggak. Toh, nanti kita juga dapet timbal baliknya. Aku bahkan baru menyadari bahwa beliau adalah angkatan pertama MAN 2 Banjarnegara, weeleeh. Sumbangsih beliau antara lain seperti ekstra film yang berada di bawah tanggung jawab kami. Berkat Ridha Allah swt dan dorongan beliau, semua hal yang tidak mungkin kami capai akhirnya menjadi hal yang akhirnya kami capai dan terus dapat berkembang hingga sekarang. Ekstra film yang kembali dengan nama sinematografi menjadi hal yang kembali hidup dalam MAN 2 Banjarnegara, yang hingga kini ekstra tersebut terus aktif dalam memberikan karya tanpa henti untuk selalu berkembang lebih baik dan mampu bersaing dengan produksi lain. Setelah kembalinya ekstra film, hal yang perlu berkembang adalah Theater. Tak secepat kembalinya film, ekstra ini dalam pengembangannya sangat lambat, peminatnya hanya sedikit dan semakin lama berhenti dan tidak terdengar keaktifannya. Aku ingat, kala itu, Pak Kusdaryoko yang menjadi pembina melatih peminat theater untuk berlatih, namun kembali lagi ke pembahasan tadi, karena peminatnya sedikit dan mayoritas memiliki kegiatan yang bertabrakan, maka ekstra theater sempat vakum kembali. Hingga, pada akhirnya, saat LPJ tiba, hal yang belum tercapai adalah pengaktifan teater. Setelah LPJ adalah Re-organisasi kepengurusan kami pengurus osim 2014/2015.
Komentar
Posting Komentar